Bagaimana mungkin manusia masih bisa menunda2 sholat, bahkan kadang meninggalkannya. Padahal di dalam azan, tak ada paksaan, tak ada ancaman. Di dalam azan yg ada adalah TAWARAN SUGUHAN kenikmatan dari Allah. Bukankah bunyi adzan kurang lebih : "He, rene Le, rene Ndhuk, ayo solat, iki lho Ingsun kagungan al falah, padha nyedhaka mrene ngrahabi al falah Ingsun."
Ditawani al falah, kemenangan, kok isih kober mengko2, isih kober mangan, internetan, turu, nyambut gawe.... Gusti Allah wis nimbali, nawakne suguhan kemenangan, kene kari mangkat nampani (wudhu gek solat), lha kok isih mengka mengko wae..... al falah kok diijoli turu, mangan, dll.......mengapa menukar sesuatu yg agung dgn sesuatu yg tidak ada nilainya? Marilah jangan menunda solat. Malah kalau bisa, kita harus siap sebelum waktu solat tiba. Saya sendiri sering menunda solat, apalagi pas hamil bawaannya pgn bobok terus. Tapi ya semua harus memperbaiki diri sejak saat ini juga....
Bayangkan ketika seorang majikan, seorang boss memanggil karyawannya, dengan tergopoh2 pasti karyawan tersebut akan datang secepatnya. Entah apapun maksud dari sang majikan.
Sedang waktu adzan, Allah sebagai pemilik, tidak hanya sebagai majikan memanggil hambanya, untuk diberi Kemenangan, diberi Al Falah
Sedang waktu adzan, Allah sebagai pemilik, tidak hanya sebagai majikan memanggil hambanya, untuk diberi Kemenangan, diberi Al Falah
Memang benar waktu sholat itu panjang, dan secara syariah tidak apa2 sholat dhuhur di jam 2 siang. Tapi coba lihatlah dari sisi etika kehambaan. Kita sebagai hamba, dipanggil oleh pemilik kita, kenapa tidak segera datang. Padahal dipanggilnya bukan untuk disuruh, melainkan mau DIBERI SUGUHAN KEMENANGAN. Kok isih kober semaya wae..... tidak punya etika itu namanya.....
Jangan menunda sholat, sholatlah di awal ketika adzan sudah berkumandang. Apapun kegiatan yang sedang dilakukan, segera hentikan, ambil air wudlu dan sholat tepat waktu. Tak lebih dari 10 menit untuk menunda semua pekerjaan, demi Al Falah dari Allah.
Dari catatan seorang akhwat :
Siti Mukti Inayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar